Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

LELANG AMAL JARIYAH PEMBANGUNAN MASJID AL MUTTAQIN - KEPULAUAN RIAU

LELANG AMAL JARIYAH PEMBANGUNAN MASJID AL MUTTAQIN

Sekretariat : Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung - Trans Barelang – Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia Hp. +6281377744845 Fax +62778 – 391515 No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam atas nama MESJID AL MUTTAQIN Email : masjid.almuttaqin@ymail.com

Apabila meninggal anak Adam maka putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang sholeh. (HR. Muslim)

Mengajak Kaum Muslimin Turut Serta Membantu – Membangun – Meramaikan Dan Memakmurkan Masjid Al Muttaqin - Medio Raya – Trans Barelang – Pulau Batam – Indonesia

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memohon pertolongan-Nya dan ampunan serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan. Barangsiapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada sesuatu pula yang mampu menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang benar untuk diibadahi selain Allah saja, tiada ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim Medio Raya dan dalam rangka kebutuhan akan penyelesaian pembangunan Masjid Al Muttaqin, kami selaku pengurus Masjid mengajak Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk membantu baik dari segi materil maupun non materil.

Dari segi materil kami membutuhkan bantuan dana dan/atau berupa bahan material pembangunan yang sangat dibutuhkan dalam rangka penyelesainan sebagian pembangunan Masjid Al-Muttaqin.

Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan bersama ini kami ingin menawarkan LELANG AMAL JARIYAH dalam pengadaan jendela, keramik, plafon, kipas angin dan pengeras suara, adapun perinciannya sebagai berikut:

BANGUNAN AWAL DAN PELETAKAN BATU PERTAMA MASJID AL MUTTAQIN

- Pembuatan Batu Miring Rp 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)

- Pembuatan Pondasi Awal Bangunan Masjid Rp 300.000.000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah)

BANGUNAN Ruang Serbaguna (Bangunan Sementara Masjid yang sudah berdiri sebagai ruang TPQ – Ruang Pertemuan sekaligus sebagai bangunan masjid sementara)

- Plafon Ruang Serbaguna = Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah)

- Kipas angin 3 bh x @ Rp 200.000,- = Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)

- Pengeras Suara / TOA 1 bh x @ Rp 600.000,- = Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)

- Keramik teras 50 kotak x @Rp 50.000,- = 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)

- Keramik kamar mandi 10 kotak x @Rp 50.000,- = 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

- Keramik tempat wudhu 30 kotak x @Rp 50.000,- = 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)

- Pemasangan instalasi air bersih dari PT ATB Batam = Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)

- Pemasangan instalasi listrik dari PT PLN Batam = Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)

Jika ada yang memiliki kelapangan rezeki bisa diwujudkan dalam bentuk barang ataupun berupa uang untuk per-satuan kebutuhan sebagaimana tersebut di atas

Selain untuk pengadaan barang fisik tersebut, kami juga berencana membuat akta notaris pendirian Yayasan Al-Muttaqin yang diperkirakan membutuhkan dana Rp 4.000.000,-

Keberadaan akta notaris pendirian yayasan ini sangat dibutuhkan dengan alasan: Untuk pembentukan badan hukum Masjid Al-Muttaqin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Untuk pengajuan proposal bantuan dana kepada donatur-donatur yang tidak mengikat, yang mana dana-dana tersebut bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan Masjid maupun pembangunannya.

Sebagai salah satu syarat untuk pengajuan pembukaan TPA / TPQ ke Departemen Agama, sehingga ada legalitas TPA / TPQ sebagai sarana pembelajaran agama bagi anak-anak penerus bangsa dan kegiatan pengajian anak-anakpun ada wadah yang menaunginya.

Bagi pihak yang ingin beramal, Infaq, shodaqoh, wakaf dan amal jariyyah dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk bantuan lainnya dapat menghubungi salah satu pengurus Masjid Al-Muttaqin, yaitu sebagai berikut:

Hp. +6281377744845 (Bp. Ust.Ismu Torik – Ketua Masjid Al-Muttaqin)

Hp. +6282169126675 (Bp. Hardin – Bendahara Masjid Al-Muttaqin)

Hp. +6281270516575 (Bp. Heri Kusyanto – Sekretaris Masjid Al-Muttaqin)

Hp. +6282169880621 (Bp. Imam Santoso – Seksi Perencanaan & Pembangunan Masjid Al-Muttaqin)

Hp. +6285274009834 (Bp. Hanif Tarmizi – Penasehat Masjid Al-Muttaqin)

Atau bisa datang langsung ke sekretariat Panitia Pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Masjid Al-Muttaqin Perum. Medio Raya RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung – Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia

Atau bisa langsung transfer ke

No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam atas nama MESJID AL MUTTAQIN

Dengan mengharapkan Karunia dan Rahmat ALLAH SWT., serta bertawasul kepada sang Nabi Penutup, Rasulullah SAW., beserta ahli baitnya As., Kami mengetuk hati para Dermawan Muslimin dan Muslimat, untuk turut membantu meringankan beban Pembiayaan Pembangunan Masjid tersebut.

Semoga kemurahan hati para Dermawan mendapat balasan Pahala yang berlipat dari ALLAH SWT., Amin Yaa Robbal ' Alamin

Terima kasih Jazakumullahu khairon katsiro.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Sebagai motivasi bagi Bapak / Ibu / Saudara / i, untuk giat berinfak dan bershodaqoh, inilah beberapa manfaat dan faidah dari infaq dan shodaqoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah:

1. Manfaat & faedah dari infaq dan shodaqoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

Shodaqoh bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah SAW, bersabda: “Sesungguhnya shodaqoh secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah)” (Shahih At-Targhib)

Menghapuskan kesalahan seorang hamba, Rasulullah SAW, bersabda: “Dan Shodaqoh bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” (Shahih At-Targhib)

Orang yang bersedekah dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan dan naungan Arsy di hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu: “Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit, baik penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah SAW, bersabda: “Obatilah orang-orang yang sakit diantaranya dengan shodaqoh.” (Shahih At-Targhib) beliau juga bersabda kepada orang yang mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: “Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (Hadis Riwayat: Ahmad)

Orang yang berinfak akan didoakan oleh malaikat setiap hari sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidaklah datang sesuatu hari kecuali akan turun 2 malaikat yang salah satunya mengatakan, “Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan” dan yang lain mengatakan, “Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya).” (Muttafaq ‘alaihi)

Allah SWT akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah (Al Qur’an Surat: Al – Baqarah : 245)

Shodaqoh merupakan pembersih harta dan mensucikannya dari kotoran, sebagaimana wasiat beliau kepada para pedagang, “Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah oleh karena bersihkanlah ia dengan shodaqoh.” (Hadis riwayat: Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami’)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)Nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)Nya pula. (Al-Zalzalah : 7-8)

2. Masjid rumah Rasulullah SAW

Allahpun berfirman "RumahKu dimuka bumi adalah masjid, para kekasihKu adalah mereka yang memakmurkan rumahKu.Barangsiapa yang ingin berjumpa denganKu hendaklah ia datang ke rumahKu,sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya."(hadis Qudsi)

Karena itulah Adzan bukan panggilan muazin, tapi panggilan Allah Kekasih untuk para kekasihNya.

Ketika beliau sakit menjelang akhir hayat beliau, tatkala mendengar adzan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah RA,antarkan aku ke rumahku! Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya "Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?" Rasulullah menjawab,"Tidak rumahku adalah masjid."

Kesempatan lainpun beliau bersabda :"Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di masjid ,merangkakpun mereka tetap shalat berjamaah dimasjid(muttafaqun 'alaiha)

3. Masjid rumah malaikat-malaikat Allah

Istana saja ada penjaganya apalagi masjid, para malaikat iu mendoakan dan mengaminkan doa mereka yang memakmurkan masjid(HR Ahmad).

4. Masjid adalah rumah orang-orang mukmin

Setiap makhluk ada rumahnya,dan rumah orang beriman adalah masjid. Simak dengan keimanan surat At-Taubah ayat 18 : "Sesungguhnya hanya hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah dan benar-benar beriman kepada hari akhirat, merekalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah."

(sumber:Majelisazzikra.org)

ALLAH SWT. dan Rasul-nya Muhammad SAW. Memerintahkan Umat Islam di manapun mereka berada agar membangun masjid. Alangkah indah dan bahagianya umat Islam apabila memiliki sarana peribadatan yang memadai keberadaannya.

"Barang siapa berangkat ke atau pulang dari masjid, niscaya Allah menyediakan tempat kediaman di surga setiap ia berangkat atau pulang." (HR. Bukhari dan Muslim).

"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu Shalat di dalamnya terdapat orang-orang yang membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At - Taubah (9): 108)

"Hanya mereka yang memakmurkan masjid-masjjd Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah. 9: 18)

"Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah engkau menyembah seseorang pun di dalamnya disamping (menyembah) Allah" (QS. Al-Jin: 18)

“Barangsiapa mendirikan karena Allah sesuatu Masjid, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang ia telah dirikan itu, di dalam Surga”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah : 261)

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma´ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."(QS. An-Nisaa': 114)

Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu: 1. ilmu yang bermanfaat,

2. doa anak shaleh,

3. sedekah jariyah (wakaf),

4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,

5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,

6. berjuang dan membela Tanah Air,

7. membuat sumur,

8. membuat irigasi,

9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,

10. membangun tempat ibadah dan belajar.

Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia. Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

Allah SWT. berfirman: ‘’Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.’’ (Al-Baqarah: 110)

Ibnu Abbas r.a. berkata: “Abu Sufyan pernah memberitahukan sesuatu kepadaku dengan menyebutkan hadits Nabi SAW, yang artinya: ‘’Beliau memerintahkan kami mengerjakan shalat, membayar zakat, bersilaturrahmi, dan menjaga kesucian diri.’’(HR. Bukhari)

Dari Ibnu Abbas ia berkata bahwa Nabi pernah mengirim Mu’adz ke Yaman seraya berpesan: ‘’Ajaklah mereka bersaksi, bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan sesungguhnya aku (Muhammad) adalah Rasul-Nya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima perintah shalat pada setiap harinya. Jika mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk membayar zakat pada harta mereka yang diambil dari harta orang-orang kaya diantara mereka dan diserahkan kepada orang-orang miskin diantara mereka.’’ (HR. Bukhari dan An-Nasa’i)

Ya Allah baguskan agamaku karena ia menjadi peganganku. Baguskan duniaku karena disitulah kehidupanku, & baguskan akhiratku karena ia itu tempat aku kembali. Jadikan kehidupanku ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal soleh dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahat dari semua keburukan. (HR. Muslim) SOLEH kan Kami Ya Allah, karena dengan SOLEH KAMI mampu meraup BERKAH & NIKMAT NYA HIDUP...Semoga berbahagia

Akhirul kalam, Teriring do'a Jazakumullah Khairan Katsiro, semoga Allah membalas segala kebaikan anda.)

Fastabiqul khairot,

Wabillahitaufiq wal hidayah,

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Salam SUKSES by :

Master Internet Marketer Indonesia

http://momoncomputer.blogspot.com/

=========================== ++++++++ ===========================
Lelang amal jariyah, infak, infaq, shodaqoh, sedekah, zakat, wakaf, pembangunan masjid, pembangunan Masjid, masjid batam, Masjid batam, muslim, Moslem, panitia pembangunan Masjid batam, panitia pembangunan masjid batam, medio raya, tembesi, trans barelang, kepri, kepulauan riau, Indonesia, asia, asian, muallaf, muslimah, sholeh, sholehan, amal jariyah, masjid batam, batam mosque, tempat ibadah batam, peribadatan batam, musholla batam, langgar batam, mesjid batam

Selasa, 22 November 2011

Islam di Indonesia



ISLAM DI INDONESIA


Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.


Sejarah masuknya Islam

Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)

Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.

Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.

Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.

Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.

Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).


Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.

Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.


Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.

Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.

Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.


Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.

Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia

Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.

Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.

Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia

Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.

Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.

Catatan dan referensi
1. Masukanya Islam di Indonesia, situs Kedung Peziarah
2. Prof Dr HAMKA. Sejarah Umat Islam.
3. H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979.
4. “Mustafa Kamal, SS, Sejarah Islam di Indonesia” Dakwatuna.com. Diakses pada 4 Januari 2009.
5. Ricklefs, M.C. (7 November 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 353-356.
6. Pengaruh Arsitektur Peradaban Islam di Indonesia, situs Era Muslim
7. Lembaga Ta’Mir Masjid Indonesia
8. Gerakan Memakmurkan Masjid, Institut Manajemen Masjid
9. Nurun Maksuni, Pesantren dalam wajah Islam Indonesia, nusyria.Net:2007

Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia


Salam SUKSES by :






islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam, muallaf, mosque,